Kotak Kata Kita

Sabtu, 10 Mei 2014

E-Commerce

Pengertian E-Commerce
Electronic Commerce (E-Commerce) secara umum merupakan kegiatan bisnis (perniagaan/perdagangan) atau jasa yang berhubungan erat dengan konsumen (Consumers), Manufaktur, Internet Service Provider (ISP) dan Pedagang Perantara (Intermediateries) dengan menggunakan media elektronik. Dalam hal ini media elektronik utama dengan menggunakan internet.
Menurut Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005) menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transaksi komersial.
Tipe Aplikasi dalam Sistem e-commerce
1.   Electronic Markets (EMs)
adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.



2.   Electronic Data Interchange (EDI)
adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial

3.   Internet Commerce
adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan


E-Commerce memiliki 5 (lima) konsep dasar :
• Automation
Otomasi bisnis proses sebagai pengganti proses manual (konsep “enterprise resource planning”)
• Streamlining / Integration
Proses yang terintegrasi untuk mencapai hasil yang efisien dan efektif (konsep “just in time”).
• Publishing
Kemudahan berkomunikasi dan berpromosi untuk produk dan jasa yang diperdagangkan (konsep “electronic cataloging”)
Konsep E-Commerce
E-Commerce memiliki 5 (lima) konsep dasar :
• Interaction
Pertukaran informasi/data antar pelaku bisnis dengan meminimalisasikan human error (konsep “electronic data interchange”)
• Transaction
Kesepakatan dua pelaku bisnis untuk bertransaksi dengan melibatkan institusi lain sebagai fungsi pembayar (konsep “electronic payment”)

Karakteristik e-commerce
·         Transaksi tanpa batas. Batas geografis tidak menghalangi perusahaan besar maupun kecil untuk go-internasional.
·          Transaksi anonim. Penjual dan pembeli tidak harus bertatap muka dan tidak memerlukan identitas asli selama pembayaran telah diotoritas
·         Produk digital dan non digital. Produk yang ditawarkan bisa lebih beragam
·         Produk Barang tak berwujud. Seperti data, software atau ide-ide dapat dijual secara online

Tantangan perkembangan E-Commerce di Indonesia, yaitu :
1.       Kultur
        Masyarakat Indonesia, yang masih belum terbiasa dengan  berbelanja dengan katalog.
        Masih harus melihat secara fisik atau memegang barangyang akan dijual.
        Masih senang menawar harga yang dijual
2.       Kepercayaan
         Kepercayaan antara penjual dan pembeli masih tipis.
        Kepercayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang.
        Penggunaan masih jarang.

Ruang Lingkup E-Commerce
1.       Business To Business (B2B)
eliputi transaksi IOS (Inter Organizational System) dan transaksi pasar elektronik (electronic market transactions) antar organisasi. Tipe-tipe IOS antara lain berupa EDI, extranets, electronic funds transfer, electronic forms, integrated messaging, shared databases, dan supply chain management
Contoh: alibaba.com, ecplaza.net, ec21.net

Karakteristik B2B
        Pertukaran informasi yang dilakukan atas dasar kebutuhan dan kepercayaan.
        Pertukaran Informasi dilakukan dengan format yang sudah disepakati dan Service sistem yang digunakan antar kedua pembisnis juga menggunakan standard yang sama.
        Salah satu pelaku bisnis tidak harus menunggu rekan bisnisnya untuk mengirimkan datanya.
        Sarana yang digunakan EDI (Electronic Data Interchange )
        Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dengan model ini antar pelaku bisnis lebih mudah untuk mendistribusikan informasi yang dimilikinya

2.       Business To Consumer ( B2C)
Merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis dengan konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu.
Contoh: amazon.com, ebay.com, blackberry.com
Karakteristik B2C
        Informasi disebarkan secara umum.
        Pelayanan yang diberikan bersifat umum sehingga banyak digunakan oleh banyak orang.
        Pelayanan yang diberikan berdasarkan permintaan. Konsumen melakukan permintaan, maka pelaku usaha harus cepat dan siap merespon permintaan konsumen tersebut.
        Pendekatan yang dilakukan adalah Client Server, dimana Konsumen berada pada sisi Client, dengan menggunakan Web Broses untuk mengaksesnya, dan Pelaku Usaha berada pada sisi Server

3.       Consumer To Consumer (C2C)
Dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Biasanya individu mengiklankan produk, jasa, pengetahuan, maupun keahliannya disalah satu situs lelang atau classified ads.
Contoh: kaskus.com, tokobagus.com, bekas.com

Karakteristik C2C
        Pada lingkup konsumen ke konsumen bersifat khusus karena transaksi yang dilakukan hanya antar konsumen saja, seperti Lelang Barang.
        Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi tentang produk, harga, kualitas dan pelayanannya.
        Konsumen juga membentuk komunitas pengguna atau penggemar suatu produk. Sehingga jika ada ketidak puasan suatu produk, maka akan segera tersebar luas melalui komunitas tersebut.

4.       Consumer To Bussines (C2B)
Merupakan individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi dan individu yang mencari penjual dan melakukan transaksi.
Contoh: priceline.com, inabay.com
Karakteristik C2B
        E-commerce antara individu dan perusahaan secara langsung.
        Dengan semakin banyaknya individu yang menawarkan produk dan jasa melalui internet maka pasar C2B semakin potensial.

        Perusahaan mendapatkan akses yang luas pada produk dan jasa ditawarkan oleh individu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar